Apo Island - South (Mabuti) (★4.5)
Pulau Apo terletak jauh dari resor dan pusat penyelaman di pulau Negros. Dari sana dibutuhkan waktu sekitar 4 jam dengan perahu. Ada biaya masuk, tapi itu sepadan.
Apo Reef, yang terletak sekitar 15 mil laut sebelah barat provinsi Occidental Mindoro di Selat Mindoro, menawarkan pengalaman menyelam yang tak tertandingi melalui area seluas 34 kilometer persegi yang luas, dengan dua laguna mirip atol berbentuk segitiga yang dihiasi terumbu karang yang semarak. Para penyelam akan disuguhi pemandangan dasar saluran berpasir putih yang diapit oleh berbagai karang bercabang, membuat setiap descent ke negeri ajaib bawah laut ini menjadi petualangan yang menawan.
Salah satu daya tarik menyelam di Apo Reef adalah melimpahnya kehidupan laut yang tumbuh subur di perairan dangkal dan dalam. Dari pemandangan warna-warni karang yang tumbuh sehat hingga beragam spesies laut, penyelam dapat melihat gerombolan ikan, kura-kura, dan, bagi yang beruntung, bahkan pengunjung yang lebih besar seperti hiu dan pari. Atol paling utara menjadi sangat terlihat saat air surut, menambahkan dimensi unik ke lokasi penyelaman.
Baik Anda menjelajahi area ini melalui penyelaman pantai, memulai penyelaman dengan kapal, atau menjelajah dengan pengalaman liveaboard, lanskap bawah laut terumbu karang Apo Reef menjanjikan pengalaman yang menakjubkan. Keindahan alamnya, ditambah dengan fitur unik seperti saluran berpasir dan atol, menjadikannya destinasi yang wajib dikunjungi oleh para penggemar selam yang ingin menjelajahi keanekaragaman hayati laut Filipina yang kaya.
Apo Reef, yang terletak di lepas pantai Occidental Mindoro, Filipina, terkenal dengan keanekaragaman hayati lautnya yang semarak dan lokasi penyelaman yang menakjubkan. Di antaranya, penyelaman "Hunter Wreck" sangat terkenal, menawarkan pengalaman mendalam menjelajahi sisa-sisa kapal karam yang penuh dengan kehidupan laut. Tempat ini wajib dikunjungi oleh para penggemar Wreck Diving yang ingin menyaksikan sejarah yang menyatu dengan alam.
Bagi penyelam pantai, "Merope Rock" menyediakan akses mudah ke taman karang yang kaya dan penuh dengan ikan berwarna-warni. Penyelaman malam hari di sini menyingkap perilaku nokturnal makhluk laut yang memukau, termasuk tarian memukau plankton bioluminescent. Apo Reef melayani penyelam pantai dan mereka yang memilih petualangan dengan kapal, memastikan pengalaman aksesibilitas dan penjelajahan yang seimbang. Baik mencari sensasi kapal karam atau keindahan taman karang yang tenang, Apo Reef menawarkan petualangan bawah laut yang beragam untuk semua penyelam.
Apo Reef, yang terletak di Filipina, menawarkan ekosistem laut yang hidup, yang menarik perhatian penyelam di seluruh dunia. Terumbu karang ini dipenuhi dengan beragam ikan karang, termasuk angelfish, ikan kakatua, dan ikan kupu-kupu. Spesies ini sering dijumpai sepanjang tahun, memberikan tampilan yang penuh warna bagi para penyelam. Pengunjung musiman menambah daya tarik terumbu karang Apo. Hiu, seperti hiu terumbu karang sirip hitam dan sirip putih, sering terlihat berpatroli di perairan. Penampakan penyu, terutama penyu hijau dan penyu sisik, lebih sering terlihat di bulan-bulan hangat. Selain itu, pari elang juga menambah pemandangan, meskipun mereka cenderung kurang dapat diprediksi, muncul secara sporadis. Memahami pola-pola ini membantu para penyelam merencanakan perjalanan mereka untuk mendapatkan perjumpaan dengan satwa liar yang optimal.
Penampakan Satwa Liar Berdasarkan Konten Buatan Pengguna
Apo Reef, destinasi menyelam terkenal di Filipina, menawarkan kesempatan menyelam sepanjang tahun dengan kondisi yang secara konsisten menguntungkan. Suhu air berkisar antara 26°C-30°C/79°F-86°F, memastikan penyelaman yang nyaman sepanjang tahun. Jarak pandang biasanya sangat baik, sering kali melebihi 30 meter / 98 kaki, memungkinkan penyelam untuk sepenuhnya menghargai kehidupan laut yang semarak dan formasi karang yang menakjubkan.
Meskipun penyelaman dapat dilakukan sepanjang tahun, beberapa faktor dapat memengaruhi kondisi. Angin muson timur laut, dari bulan November hingga Februari, dapat membawa angin dan arus yang lebih kuat, yang berpotensi memengaruhi rencana penyelaman. Bulan Maret hingga Mei umumnya dianggap sebagai bulan terbaik untuk menyelam, dengan laut yang lebih tenang dan jarak pandang yang optimal. Namun, musim hujan dari bulan Juni hingga Oktober dapat membawa badai sesekali, yang mengakibatkan penurunan jarak pandang dan kenyamanan sementara bagi para penyelam.