Gili Air
Jelajahi Kepulauan GiliMenyelam di Kepulauan Gili, trio menawan di lepas pantai Lombok, Indonesia, m
Menyelam di Kepulauan Gili, trio menawan di lepas pantai Lombok, Indonesia, merupakan perjalanan yang memukau ke alam bawah laut yang semarak. Pulau-pulau ini menawarkan lebih dari sekadar pantai yang indah; mereka adalah surga bagi para penyelam dari semua tingkat keahlian. Dengan 25 lokasi penyelaman yang tersebar di Gili Trawangan, AIR, dan Meno, pilihannya beragam, mulai dari dinding yang dramatis hingga taman karang yang tenang. Lokasi penyelaman tersebut mudah diakses dari pulau mana pun, memberikan banyak kesempatan untuk menyelam di pantai dan Boat Diving. Bagi mereka yang mencari petualangan yang lebih lama, perjalanan dengan kapal tersedia sepanjang tahun, menjelajah lebih jauh ke perairan Nusa Tenggara Barat yang menawan.
Kehidupan laut di sekitar Kepulauan Gili adalah sorotan yang spektakuler. Upaya konservasi telah menjadikan perairan ini sebagai "ibu kota penyu", dimana melihat penyu hampir dijamin. Tergantung pada musimnya, penyelam dapat menemukan pari manta yang anggun, hiu terumbu karang yang sulit ditangkap, dan kadang-kadang, hiu paus yang megah. Terumbu karang yang tumbuh subur merupakan rumah bagi sejumlah besar spesies, mulai dari ikan buntal dan trevallies yang menarik perhatian hingga ikan kupu-kupu yang mempesona. Khususnya, Meno Wall di Gili Meno menawarkan lingkungan menyelam yang menarik, sementara Shark Point di Gili Trawangan terkenal dengan penampakan penyu. Komitmen pulau-pulau ini terhadap praktik ramah lingkungan, seperti tidak adanya transportasi bermotor, memastikan pengalaman menyelam yang damai, kaya akan relaksasi dan keanekaragaman hayati laut.
Scuba diving di Kepulauan Gili menawarkan penyelaman terumbu karang yang tenang dan santai, seperti Simon's Reef, serta penyelaman drift yang menantang yang cocok untuk penyelam berpengalaman di lokasi penyelaman Deep Turbo. Di Teluk Nara, anda dapat mencari makhluk-makhluk yang tidak biasa di pasir hitam di penyelaman lumpur yang mirip dengan yang ada di Selat Lembeh di Sulawesi, atau mencari hiu sirip putih muda di bawah bommies karang besar di Manta Point Gili. Susuri dinding setinggi 30 meter di Meno Wall atau nikmati overhang, singkapan, dan kolam renang di Takat Malang yang dikelilingi oleh kipas laut gorgonian dan karang meja yang mengesankan.
Lokasi tanpa arus seperti Hans Reef sangat bagus untuk penyelam pemula yang sedang belajar menyelam, sementara penyelaman drift akan mempersiapkan Anda untuk kursus menyelam lanjutan. Banyak situs selam di Gili yang memiliki kedalaman di bawah 18 meter, jadi kursus tingkat lanjutan diperlukan jika Anda ingin menjelajahi semua pulau yang ditawarkan. Jika Anda baru dalam menyelam, Anda bisa mendapatkan kesempatan pertama untuk menyelam di Bounty Wreck. Terletak di kedalaman 18 meter dan naik hingga 8 meter, penyelaman bangkai kapal yang mudah ini cocok untuk semua tingkat penyelam.
Penyu tidak diragukan lagi merupakan salah satu daya tarik utama dalam hal scuba diving di sekitar Kepulauan Gili, dengan penyu hijau, penyu sisik, dan penyu lekang yang merupakan penghuni di daerah tersebut. Megafauna lain yang umum ditemukan di Gili adalah hiu terumbu karang, pari elang, dan dari bulan Desember hingga Maret, pari manta. Jika Anda sangat beruntung, Anda bahkan dapat melihat mola mola yang langka menuju kepulauan Penida untuk mandi di perairan yang lebih dingin atau hiu paus yang melintas di lautan biru!
Di situs selam lumpur, dengan puing-puing dan hamparan pasir, periksa area tersebut untuk mencari berbagai makhluk aneh dan menakjubkan. Di banyak lokasi ini, ikan kalajengking daun, flying gurnard, udang belalang, nudibranch, kuda laut kerdil, pipefish hantu, gurita bercincin biru, dan berbagai spesies ikan kodok dapat ditemukan. Selain penghuni terumbu karang biasa dan beberapa pelagis yang lebih besar seperti trevallies dan tuna, anda akan terkagum-kagum dengan keanekaragaman ikan yang dapat anda temukan di sini.
Penampakan Satwa Liar Berdasarkan Konten Buatan Pengguna
Menyelam di Kepulauan Gili dapat dilakukan sepanjang tahun, tetapi yang terbaik adalah menghindari musim hujan, dari bulan Desember hingga Januari. Selama bulan-bulan ini, mungkin ada curah hujan lebat yang akan mengurangi jarak pandang di lokasi penyelaman yang dekat dengan pantai. Musim terbaik untuk menyelam di sini adalah dari bulan Mei hingga September, namun untuk melihat pari manta, kesempatan terbaik Anda adalah menyelam dari bulan Desember hingga Maret. Mekarnya plankton biasa terjadi pada bulan-bulan ini yang menarik manta untuk mencari makan di perairan Gili.