Mecherchar
Mecharchar adalah rumah bagi lokasi penyelaman spektakuler yang terletak tepat di lepas pantainya, termasuk Lignite, Beluowar, dan Ngerchong North and South Coral Gardens.
Terletak di antara Koror dan Peleliu di laguna selatan Palau, Kepulauan Rock adalah surga bagi para penyelam, yang terkenal dengan bentang alamnya yang memukau dan kehidupan lautnya yang semarak. Situs Warisan Dunia UNESCO ini merupakan rumah bagi lebih dari 200 formasi batu kapur yang menjulang tinggi dari lautan, diatapi hutan hijau yang rimbun. Saat Anda menyelam di bawah pulau-pulau berbentuk jamur ini, anda akan menemukan keajaiban bawah laut yang penuh dengan keanekaragaman hayati. Topografi unik pulau-pulau ini menciptakan berbagai lingkungan menyelam, mulai dari terumbu karang yang semarak hingga dinding yang mendebarkan dan bangkai kapal yang menarik. Salah satu daya tarik menyelam di Rock Islands adalah Blue Corner yang ikonis. Dikenal dengan arusnya yang kuat, para penyelam mengamankan diri mereka dengan kail terumbu karang untuk menyaksikan tontonan menggembirakan gerombolan ikan, hiu, dan makhluk laut lainnya yang tertarik ke perairan yang kaya akan nutrisi ini. Tempat lain yang wajib dikunjungi adalah Blue Holes, dimana terdapat cavern-cavern besar yang memikat dengan keindahannya yang mempesona, dan German Channel, tempat populer untuk melihat pari manta yang anggun. Untuk jenis petualangan akuatik yang berbeda, Jellyfish Lake menawarkan pengalaman Snorkeling yang tak terlupakan di antara ribuan ubur-ubur yang bukan penyengat. Dengan ekosistem laut yang kaya dan situs selam yang beragam, Rock Islands menjanjikan perjalanan yang menakjubkan di bawah ombak.
Kepulauan Rock, yang terletak di Palau, adalah surga bagi para penyelam. Di antara lokasi penyelaman terbaik, Blue Corner menonjol dengan terumbu karangnya yang semarak dan kehidupan laut yang beragam, yang menawarkan penyelaman drift yang mendebarkan. Tempat penting lainnya adalah German Channel, yang terkenal dengan penampakan pari manta dan stasiun pembersihan yang menarik, terutama saat penyelaman malam hari ketika makhluk megah ini paling aktif.
Bagi penggemar Wreck Diving, Iro Maru, kapal tanker Jepang dari Perang Dunia II, menawarkan kesempatan eksplorasi bawah air yang menarik. Keseimbangan antara penyelaman pantai dan liveaboard terjaga dengan baik, dengan liveaboard yang menyediakan akses ke lokasi-lokasi terpencil seperti Ulong Channel, yang terkenal dengan populasi hiu yang melimpah. Sementara itu, penyelaman dari pantai menawarkan kenyamanan dan akses mudah ke terumbu karang di dekatnya, menjadikan Rock Islands destinasi serbaguna bagi semua tingkat penyelam.
Kepulauan Rock, yang terletak di Palau, adalah surga bagi para penyelam, penuh dengan beragam kehidupan laut. Ikan terumbu karang yang umum seperti butterflyfish, angelfish, dan parrotfish dapat dilihat sepanjang tahun, melesat di antara karang-karang yang semarak. Penghuni terumbu karang ini memberikan pertunjukan bawah laut yang penuh warna bagi para penyelam yang menjelajahi perairan dangkal.
Atraksi musiman yang menarik adalah pari manta yang megah, yang sering terlihat meluncur dengan anggun antara bulan Desember dan Maret. Hiu, terutama spesies hiu terumbu karang abu-abu dan hiu sirip hitam, sering berkunjung dan dapat dijumpai di dekat Blue Corner, situs selam yang terkenal. Penyu hijau dan penyu sisik juga banyak dijumpai, terutama dari bulan April hingga Juli, sehingga para penyelam berkesempatan untuk mengamati makhluk-makhluk lembut ini saat mereka menjelajahi perairan hangat di Rock Islands.
Penampakan Satwa Liar Berdasarkan Konten Buatan Pengguna
Kepulauan Rock menawarkan kondisi menyelam yang sangat baik sepanjang tahun. Suhu air biasanya berkisar antara 27°C-30°C/81°F-86°F, sehingga nyaman bagi penyelam di setiap musim. Jarak pandang biasanya luar biasa, rata-rata 18-30 meter / 59-98 kaki, yang memungkinkan pengalaman bawah air yang luar biasa. Menyelam dapat dilakukan sepanjang tahun, tetapi musim kemarau dari November hingga April sangat menguntungkan karena laut yang lebih tenang dan curah hujan yang minimal. Antara bulan Juni dan Agustus, angin dan arus yang lebih kuat dapat terjadi, kadang-kadang mengurangi jarak pandang dan membuat beberapa situs selam kurang dapat diakses. Namun, kondisi ini bervariasi, dan banyak penyelam masih menikmati menjelajahi kehidupan laut yang semarak selama bulan-bulan ini.