Manta Point Sangalaki (★4.4)
Berjarak 60 menit dari Kepulauan Nabucco dan 30 menit dari Kepulauan Nunukan adalah Pulau Sangalaki. Di sebelah tenggara Sangalaki terdapat Manta Point. Tempat menyelam ini sangat dangkal dan memiliki dasar berpasir.
Terletak di lepas pantai Timur Kalimantan Indonesia adalah Sangalaki, surga pulau yang belum tersentuh. Dilindungi oleh Taman Laut Sangalaki, pulau ini merupakan tempat bertelur utama bagi penyu hijau di Asia Tenggara. Pulau ini juga dikenal sebagai 'Jalan Raya Manta' dan merupakan salah satu dari sedikit tempat yang benar-benar bisa mengklaim memiliki pari manta sepanjang tahun. Menyelam di Sangalaki dapat diakses dari satu-satunya resor selam di pulau ini atau melalui pusat-pusat penyelaman yang terletak di Pulau Derawan di dekatnya. Karena letaknya yang terpencil di Kalimantan Timur, menyelam di dalam air dengan mengunjungi liveaboards menjadi pilihan utama para pengunjung.
Pulau Sangalaki dikelilingi oleh laguna dangkal, yang berarti sebagian besar penyelaman di sini tidak dalam dan berkisar antara 5 hingga 20 meter/16 hingga 66 kaki. Ini menyediakan lingkungan yang sempurna bagi pari manta untuk memakan plankton, dimana Anda akan menemukannya dalam jumlah banyak di terumbu karang. Di Manta Cleaning Station, Anda dapat melakukan penyelaman drift yang lembut, sementara penyelam pemula dan berpengalaman dapat menjelajahi bangkai kapal dan punggungan berpasir di terumbu karang Lighthouse Reef. Jika anda berniat mengikuti kursus menyelam saat berada di Taman Laut Sangalaki, Pulau Derawan yang berada di dekatnya memiliki center penyelaman bersertifikat.
Penyelaman Sangalaki adalah rumah bagi beberapa tempat menyelam terkaya di Indonesia. Terdapat 500 jenis karang lunak dan keras di terumbu karang di sekitar pulau yang banyak dihuni oleh penyu hijau. Di lereng berpasir, pari manta dibersihkan oleh ikan wrasse sementara hiu macan tutul beristirahat di dasar laut. Luangkan waktu untuk berpindah pulau ke pulau-pulau lain di Taman Laut Sangalaki dimana anda akan menyaksikan sotong, gurita, dan ikan kodok yang flamboyan di Derawan, sementara hiu paus melintas. Di Maratua, temukan hiu martil, hiu perontok, dan terumbu karang abu-abu - impian para pencinta hiu.
Penampakan Satwa Liar Berdasarkan Konten Buatan Pengguna
Saat menyelam di Sangalaki, kondisinya bagus sepanjang tahun. Karena letaknya yang dekat dengan khatulistiwa, Sangalaki tidak dilanda angin muson, tetapi memiliki musim hujan dari bulan Desember hingga Maret. Karena pari manta dan penyu hijau adalah penghuni di sini, datanglah kapan saja untuk melihat mereka bermain di perairan dangkal.