Miri
Miri terletak di pantai Barat Laut Kalimantan dan dipenuhi bangkai kapal Perang Dunia II serta terumbu karang buatan.
Sarawak adalah negara bagian yang terletak di sepanjang pantai barat laut pulau Kalimantan di Malaysia. Pesisirnya sebagian besar terletak di Laut Cina Selatan. Negara bagian ini merupakan kombinasi dari pantai berpasir putih, hutan hujan yang lebat, sejumlah kota yang ramai, dan berbagai peluang menyelam. Kota-kota utama yang paling populer bagi para penyelam adalah Kuching dan Miri, Kuching terletak di selatan negara bagian ini, sedangkan Miri terletak di utara, memberikan dua pengalaman menyelam yang sama sekali berbeda bagi para penyelam. Kuching adalah tempat yang tepat bagi penyelam yang ingin menyelami sejarah dan menjelajahi beberapa kapal karam Perang Dunia II, sedangkan Miri adalah tempat untuk mengagumi beberapa terumbu karang yang paling murni dan berkembang di dunia, ditemani oleh banyak spesies laut. Pusat menyelam dan Resor selam di kota-kota ini adalah para ahli di bidangnya, sehingga dapat menunjukkan yang terbaik dari yang terbaik kepada para penyelam. Lokasi penyelaman yang mengesankan ini diperkuat oleh kondisi penyelaman yang menyenangkan; dengan suhu air yang bervariasi antara 25 dan 20 derajat Celcius, jarak pandang rata-rata sekitar 20 meter, dan waktu terbaik untuk menyelam adalah dari bulan Maret hingga Oktober. Ada banyak kesempatan menyelam di sini yang dijamin akan membuat para penyelam dari semua kalangan terkesan.
Sarawak, permata tersembunyi bagi para penyelam, menawarkan perpaduan pengalaman menyelam di pantai dan di atas kapal. Salah satu penyelaman bangkai kapal yang terkenal adalah Katori Maru, kapal Jepang yang karam dari Perang Dunia II, yang menarik perhatian para penggemar sejarah dengan daya tariknya yang menyeramkan dan kehidupan laut yang tumbuh subur di sekitar strukturnya. Tempat populer lainnya adalah Dermaga Santubong, tempat yang sempurna untuk penyelaman pantai di mana penyelam dapat menjelajahi taman karang yang kaya dan penuh dengan beragam makhluk laut.
Bagi mereka yang mencari pengalaman bawah laut yang unik, penyelaman malam hari di Tanjung Datu menjanjikan pertemuan dengan plankton yang berpendar, menciptakan cahaya bawah laut yang ajaib. Penyelam juga dapat menyaksikan pemijahan karang secara serempak, sebuah tontonan yang langka dan menawan. Apakah Anda lebih suka kebebasan menyelam dari pantai atau eksplorasi luas yang ditawarkan oleh liveaboard, Sarawak memenuhi kedua preferensi tersebut, menjadikannya destinasi ideal untuk petualangan menyelam yang beragam.
Sarawak, yang terletak di pulau Kalimantan, menawarkan ekosistem laut yang kaya dengan kehidupan laut yang beragam. Perairan pesisirnya merupakan rumah bagi terumbu karang yang hidup dan menarik berbagai jenis ikan karang, seperti ikan badut, ikan kakatua, dan ikan bidadari. Spesies-spesies ini biasanya ditemui sepanjang tahun, memberikan tontonan yang penuh warna bagi para penyelam.
Selama waktu-waktu tertentu dalam setahun, penyelam juga dapat melihat makhluk laut yang lebih besar. Penyu hijau dan penyu sisik sering terlihat, terutama selama musim bertelur dari bulan April hingga September. Selain itu, hiu paus yang sulit ditangkap kadang-kadang mengunjungi perairan Sarawak, terutama dari bulan Maret hingga Mei, menawarkan pengalaman yang luar biasa bagi para penyelam yang beruntung. Ikan pari, termasuk pari manta yang megah, juga dapat dilihat, terutama di sekitar formasi bawah laut dan stasiun pembersihan. Secara keseluruhan, keanekaragaman hayati laut Sarawak menyajikan pengalaman yang menawan bagi para penggemar menyelam.
Penampakan Satwa Liar Berdasarkan Konten Buatan Pengguna
Sarawak menawarkan kesempatan menyelam sepanjang tahun, dengan suhu air umumnya berkisar antara 27°C hingga 30°C. Jarak pandang bervariasi, biasanya antara 10 hingga 30 meter, tergantung lokasi dan musim. Kondisi menyelam dipengaruhi oleh musim hujan, dengan musim kemarau antara bulan Maret dan Oktober memberikan kondisi terbaik karena laut yang lebih tenang dan jarak pandang yang lebih baik.
Meskipun penyelaman dapat dilakukan sepanjang tahun, musim hujan dari November hingga Februari dapat menimbulkan tantangan seperti berkurangnya jarak pandang dan arus yang lebih kuat akibat peningkatan curah hujan dan angin. Penyelam yang merencanakan perjalanan harus mempertimbangkan variasi musim ini untuk memastikan pengalaman optimal di lanskap bawah laut Sarawak yang kaya.