Staghorn Point (★4.7)
Mulai dari ketinggian 7 meter, bidang karang staghorn yang bergelombang dan membentang hingga sekitar 500 meter merayap ke tepi dinding yang menukik dalam di Tubbataha.
Tubataha Reef adalah surga bagi para penyelam yang terletak di jantung Segitiga Terumbu Karang, yang terkenal dengan keanekaragaman hayati lautnya yang luar biasa. Sebagai situs Warisan Dunia, tempat ini menawarkan pengalaman menyelam yang benar-benar unik, yang hanya dapat diakses dengan perjalanan dengan kapal antara bulan Maret dan Juni. Eksklusivitas ini memastikan bahwa terumbu karang tetap menjadi keajaiban yang murni dan belum terjamah bagi para Explorers yang melakukan perjalanan. Para penyelam akan menemukan diri mereka dikelilingi oleh lebih dari 600 spesies ikan dan 360 spesies karang, menampilkan kehidupan bawah laut yang semarak yang membuat destinasi ini begitu istimewa.
Lingkungan penyelaman di Tubataha beragam dan mendebarkan, menampilkan terumbu karang yang menakjubkan, dinding yang dramatis, dan bangkai kapal yang sesekali terlihat, masing-masing menawarkan perspektif yang berbeda dari ekosistem bawah laut. Para penyelam yang suka berpetualang dapat menjumpai lebih dari sepuluh spesies hiu, termasuk hiu martil yang megah dan hiu paus yang sulit dipahami. Lumba-lumba, paus, dan tempat bertelurnya penyu hijau dan penyu sisik menambah pengalaman yang mempesona, menjadikan setiap penyelaman sebagai perjalanan menuju dunia bawah laut yang memukau. Baik Anda penyelam berpengalaman maupun pemula, terumbu karang Tubataha menjanjikan petualangan yang tak terlupakan.
Tubataha Reef, Situs Warisan Dunia UNESCO, adalah surga bagi para penyelam yang terletak di Laut Sulu, Filipina. Dikenal dengan dinding karangnya yang berwarna-warni, terumbu karang ini menawarkan berbagai situs selam yang menarik bagi penyelam pemula dan berpengalaman. Situs-situs terkenal termasuk Delsan Wreck, sebuah penjelajahan yang menarik bagi para penggemar bangkai kapal, dengan bangkai kapalnya yang menjadi rumah bagi berbagai kehidupan laut. Lokasi ini terkenal dengan penampakan pelagis besar seperti hiu dan pari manta yang meluncur dengan anggun di atas puing-puing bangkai kapal.
Penyelaman malam hari di Tubataha menyingkap dunia yang berbeda, saat makhluk nokturnal muncul, memberikan pengalaman bawah air yang unik. Meskipun penyelaman pantai terbatas karena lokasi Tubataha yang terpencil, pilihan liveaboard berlimpah, menawarkan akses terbaik ke ekosistem lautnya yang beragam. Keseimbangan ini memungkinkan wisatawan menyelam untuk membenamkan diri sepenuhnya dalam keajaiban terumbu karang, memastikan petualangan bawah laut yang tak terlupakan.
Tubbataha Reef, yang terletak di Laut Sulu, Filipina, terkenal dengan keanekaragaman hayati lautnya yang semarak, sehingga menjadi surga bagi para penyelam. Terumbu ini menjadi rumah bagi lebih dari 600 spesies ikan, termasuk penghuni terumbu karang yang umum seperti angelfish, ikan kakatua, dan ikan kupu-kupu. Para penyelam sering menjumpai kawanan ikan berwarna-warni ini di tengah-tengah taman karang yang luas, memberikan pemandangan bawah laut yang menakjubkan.
Atraksi musiman meliputi penampakan hiu paus besar dan pari manta, terutama dari bulan Maret hingga Juni. Penyu hijau dan penyu sisik juga merupakan penghuni yang umum, sering terlihat meluncur dengan anggun di perairan. Hiu, seperti hiu macan dan hiu terumbu karang sirip putih, terlihat jelas sepanjang tahun, tetapi penampakannya memuncak selama musim migrasi, sehingga menambah sensasi bagi para penyelam yang berjiwa petualang.
Penampakan Satwa Liar Berdasarkan Konten Buatan Pengguna
Tubbataha Reef menawarkan kondisi menyelam yang luar biasa, terutama dari pertengahan Maret hingga pertengahan Juni saat cuaca paling mendukung. Selama periode ini, suhu air berkisar antara 26°C-30°C/79°F-86°F, memberikan kondisi yang nyaman bagi para penyelam. Jarak pandang biasanya sangat baik, sering kali melebihi 30 meter / 98 kaki, memungkinkan untuk melihat pemandangan bawah laut yang menakjubkan.
Di luar jendela optimal ini, penyelaman umumnya tidak disarankan karena angin muson barat daya, yang membawa angin kencang dan laut yang bergejolak. Kondisi ini dapat secara signifikan mengurangi jarak pandang dan meningkatkan kekuatan arus, sehingga menimbulkan tantangan bagi para penyelam. Oleh karena itu, merencanakan perjalanan menyelam di luar bulan-bulan puncak akan memastikan pengalaman yang lebih aman dan menyenangkan di terumbu karang.