Honiara
Jelajahi Pulau GuadalcanalGuadalcanal adalah pulau terbesar di Kepulauan Solomon dan berbatasan deng
Guadalcanal adalah pulau terbesar di Kepulauan Solomon dan berbatasan dengan Iron Bottom Sound, perairan tempat puluhan kapal dan pesawat bertempur dan akhirnya tenggelam selama Perang Dunia II. Ibu kota Kepulauan Solomon, Honiara, adalah pintu gerbang menuju Iron Bottom Sound dengan pusat penyelaman dan resor selam yang menawarkan perjalanan ke kuburan kapal yang bersejarah.
Pada tahun 1942, pasukan Amerika dan Jepang bentrok setiap hari yang menyebabkan pesawat tempur, tank, kapal kargo, dan kapal perusak menjadi bagian dari dunia bawah laut. Saat ini, Iron Bottom Sound adalah museum bawah laut yang memungkinkan para penggemar sejarah untuk menyelam di bawah permukaan untuk menemukan bangkai kapal dan artefak yang ada di dasar laut. Meskipun beberapa bangkai kapal terletak hanya beberapa meter dari pantai, banyak bangkai kapal yang terlalu dalam untuk dikunjungi oleh penyelam rekreasi, dan menawarkan taman bermain bagi penyelam technical.
Pusat selam Honiara memiliki lisensi untuk mengoperasikan berbagai kursus menyelam, mulai dari menemukan scuba untuk pertama kalinya hingga kursus technical yang memungkinkan anda menyelam lebih dalam ke Sound.
Pulau Guadalcanal, permata di Kepulauan Solomon, menawarkan surga bagi para penyelam dengan perpaduan sejarah dan keindahan alam yang kaya. Penyelaman bangkai kapal yang terkenal termasuk situs "Pantai Bonegi", di mana bangkai kapal pengangkut Jepang dari Perang Dunia II memberikan peluang eksplorasi yang menarik, penuh dengan kehidupan laut. Situs-situs yang dapat diakses dari pantai ini sangat cocok untuk penyelam yang mencari perpaduan antara intrik sejarah dan ekosistem akuatik yang semarak.
Bagi mereka yang tertarik untuk menyelam dengan kapal, "Iron Bottom Sound" menawarkan penjelajahan yang lebih dalam ke kapal karam, sementara "Pantai Mbonege" dan terumbu karang di sekitarnya menyajikan taman karang yang indah dan kehidupan laut yang beragam. Pengalaman unik seperti penyelaman malam hari akan memperlihatkan makhluk nokturnal dan bioluminesensi yang menawan. Baik memilih petualangan di pantai maupun di atas kapal, para penyelam akan menemukan perpaduan sempurna antara kenyamanan dan sensasi bawah laut di Pulau Guadalcanal.
Pulau Guadalcanal, bagian dari Kepulauan Solomon, terkenal dengan keanekaragaman hayati lautnya yang semarak. Para penyelam dapat menjumpai beragam jenis ikan karang, termasuk ikan badut, ikan kakatua, dan ikan kupu-kupu yang mencolok, yang sering terlihat di sekitar terumbu karang pulau ini. Spesies berwarna-warni ini merupakan ciri khas lanskap bawah laut, memberikan pengalaman yang mempesona bagi perenang snorkel dan penyelam.
Sorotan musiman meliputi penampakan pari manta yang megah, yang paling sering terlihat selama bulan-bulan hangat, biasanya dari November hingga April. Penyu sisik juga menghiasi perairan di sekitar Guadalkanal, sering terlihat meluncur di laut sepanjang tahun. Bagi mereka yang ingin melihat hiu, spesies yang lebih kecil seperti hiu terumbu karang dan hiu sirip hitam lebih sering dijumpai, biasanya di perairan yang lebih dalam selama bulan-bulan yang lebih dingin. Pola musiman ini menawarkan pengalaman yang beragam dan mendebarkan bagi para penyelam, dengan setiap kunjungan yang menjanjikan perjumpaan dengan margasatwa baru.
Penampakan Satwa Liar Berdasarkan Konten Buatan Pengguna
Pulau Guadalcanal menawarkan kondisi menyelam yang sangat baik sepanjang tahun, sehingga menjadi destinasi utama para penggemar wisata bawah laut. Suhu air tetap hangat sepanjang tahun, biasanya berkisar antara 27°C-30°C/81°F-86°F, sehingga memberikan kondisi menyelam yang nyaman. Jarak pandang umumnya sekitar 15 hingga 30 meter / 49 hingga 98 kaki, meskipun ini dapat sedikit berbeda dengan perubahan musim dan kondisi cuaca.
Menyelam dapat dilakukan sepanjang tahun di Guadalcanal, tetapi penyelam harus mewaspadai musim hujan dari bulan Desember hingga April, yang dapat mempengaruhi jarak pandang dan arus air. Selama bulan-bulan ini, curah hujan yang meningkat dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan arus, sehingga penyelam harus berhati-hati. Sisa tahun ini, dari Mei hingga November, kondisinya umumnya lebih stabil, dengan perairan yang lebih tenang dan langit yang lebih cerah, sehingga menjadi waktu yang lebih disukai untuk menyelam.